Minggu, 13 Mei 2012

Pendidikan seumur hidup


A.    Pengertian dan Tujuan Pendidikan Seumur Hidup

Pendidikan seumur hidup sebagai bentk pendidikan tanpa batas dalam Islam sebenarnya tidak hanya dimulai sejak dalam buaian permulaannya ternyata berproses sejak menentukan pilihan jodoh bagi calon bapak- ibu dengan beberapa kriteria yang telah diarahkan oleh Rasulullah dalam hadistnya. Selanjutnya pendidikan terproses dari mempersiapkan kehamilan, pada saat kehamilan samapi kelahiran. Setelah kelahiran, pendidikan secara riil betul- betul telah dimulai dalam berbagai bentuk .dianataranya bagaiaman orang tua dan lingkungan sekitar berkomunikasi dengan bayi secara sehat, bagaimana orang tua atau yang bertanggung jawab terhadap bayi memberikan makanan yang halal dan sehat, dan bagaimana orang tua bayi mendoakan untuk anaknya.
Pendidikan yang proses permulaannya terjadi sedemikian dini ini terus berlangsung tanpa dibatasi oleh rentang waktu.yang menjadi batas akhir pendidikan adalah akhir hayat manusia diatas bumi bukan dibatasi oleh kedewasaan subyek didik. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir pendidikan yaitu memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. [1]tujuan akhir pendidikan serupa teraplikasikan dalam dunia pendidikan terbentuk tujuan- tujuan jangka pendek yang saling berkaitan, karena luasnya tujuan akhir pendidikan itu , pendidikan seumur hidup dalam tatanan praktis trjadi melalui tri pusat  pendidikan , taitu keluarga , sekolah , dan masyarakat. Ketiganya memberikan andil terhadap subyek didik secara terintegrasi yang diterima secara informal , non formal maupun formal.
Prof. Drs. Soelaiman Joesoef dalam bukunya Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah , mengemukakan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung setiap saat dimanapun dan kapanpun, tnapa ada batas waktu usia. Pernyaatan tersebut sesuai dengan ungkapan Education is Life Long atau Life Long Education is in Unility All of Life,
Gagasan seperti ini pernah dikemukakan pula oleh John Dewey bahwa : Educational Process has no end beyond it self in its own and end. Terdapat beberapa alasan akan adanya konsep pendidikan seumur hidup, diantaranya yang dikemukakan oleh Paul Legrand dalam bukunya yang berjudul Introduction to Life Long Education. Bahwa banyaknya tantangan- tantangan dalam berbagai bentuk dan variasi yang menyebar mengaharuskan  pendidikan dirumuskan menjadi pendidikan seumur hidup. Tantangan- tantangan yang dimaksud meliputi laju perubahan, perluasan demografis, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi , tantangan politik , informasi dan krisis dalam pola kehidupan.
Pemikiran yang dikemukakan Paul Legrand ini kemudian menjadi acuan UNESCO dalam menawarkan konsep pendidikan seumur hidup.
Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai.[2]
Adapun tujuan dari pendidikan seumur hidup adalah sebagai berikut:
a.       Untuk mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin, yaitu:
·          Potensi jasmani ( fisiologis dan panca indra)
·         Potensi rohaniah ( psikologi dan budi pekerti)
b.      Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis , maka pendidikan wajar berlangsung seumur hidup.
Pendidikan seumur hidup memiliki pencapaian penting, pertama, berkembangnya potensi yang dimiliki oleh jiwa manusia secara optimal. Keoptimalan ini dapat disimpulkan dari perkembangan intelek secara berkesinambungan mulai dari potential intellect , intellect in habitus, intellect iniactus, sampai pada aceuired intellect. Kedua , berkembangnya manusia sampai pada posisi kesempurnaan . kesempurnaan manusia yang ingin dicapai oleh pendidikan seumur hidup memiliki variasi , artinya sempurna itu sendiri tidak memiliki bentuk baku sebab kemampuan masing- masing orang tidak sama, sehingga Nabi memiliki sebutan manusia paling sempurna atau akmalul insan bukan sekedar insan kamil.
B.     Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan seumur hidup ( Life Long Education) dalam pandangan Islam  sudah ditegaskan oleh rasulullah SAW yang berbunyi “ tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”
Suatu pendidikan pasti mempunyai ciri khas tersendiri . menurut Redja Mudyahardjo ( 1998) karakteristik pendidikan seumur hidup yaitu:
1.      Hidup , seumur hidup dan pendidikan
2.      Pendidikan tidak akan usai setelah berakhirnya masa sekolah
3.      Pendidikan seumur hidup tidak diartikan sebagai pendidikan dewasa saja ( tetapi pendidikan yang dimulai dari SD, SMP, SMA, PTN, dan sebagainya).
4.      Mencakup pola pendidikan formal maupun non formal
5.      Rumah mempunyai peranan pertama
6.      Bersifat universal dan dinamis
7.      Adaptif dan inofatif
8.      Bertujuan meningkatkan mutu hidup
9.      Syarat utama adalah  kesempatan, motivasi dan edukabilitas.
10.  Pendidikan seumur hidup membolehkan adanya pola- pola dan bentuk alternatif dalam memperoleh pendidikan.
C.     Dasar Pemikiran Pendidikan Seumur Hidup
Dalam GBHN termaktub : “ pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan  di dalam lingkungan rumah tangga , sekolah  dan masyarakat”.
Karena itu pendidikan salah satu tanggung jawab bersama  antara keluarga , masyarakat dan pemerintah”.
Dasar – dasar pemikiran Life Long Education:
1.      Tujuan Ideologis
Setiap manusia hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk mendapatkan pendidikan seumur hidup untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup.
2.      Tinjauan Ekonomis
Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :
a.       Meningkatkan produktivitas
b.      Memelihara dan mengembangkan sumber – sumber yang dimilikinya.
c.       Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang sehat dan menyenangkan
d.      Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak secara tepat.
3.      Tinjauan Filosofis
     Pendidikan  seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
4.      Tinjauan Sosiologis
Pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh orang tua merupakan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan. Dengan orang tua bersekolah maka anak- anak mereka juga bersekolah.
5.      Tinjauan Teknologis
      Semakin maju zaman semakin berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah , begitu pula sebaliknya.
6.      Tinjauan Psikologis dan Paedagogis
Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayaran untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup yang disebut Development.
Konsep tualisasi pendidikan seumur hidup hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu- individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.
Untuk Indonesia sendiri , konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai di masyarakat melalui kebijakan Negara ( TAP MPR No.IV/MPR/1970 jo.Tap No IV /MPR/1978 Tentang GBHN) yang menetapkan prinsip- prinsip pembangunan nasional antara lain:
1. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya  dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia ( arah pembangunan jangka panjang)
2.  Pendidikan  berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam keluarga ( rumah tangga) , sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga , masyarakat , dan pemerintah.( BAB IV GBHN bagian pendidikan , butir (d) )
D.  Prinsip  Dasar Pendidikan Seumur Hidup dalam Islam
                            I.      Posisi manusia di alam semesta
a.       Manusia sebagai manifestasi Tuhan
b.      Manusia sebagai hamba Allah [3]


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah  Aku ciptakan Jin dan Manusia , kecuali untuk mengabdi kepada- Ku” ( Qs. Adz- Dzariyat : 56)

c.       Manusia sebagai khalifah fil ‘ ardl [4]


وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي اْلأَرْضِ خَلِيفَةً


“ Dan ingatlah Tuhanmu berkata kepad apara malaikat : “ Sesungguhnya Aku akan menjadikan sorang khalifah di muka bumi” ( Q.s. Al- baqoroh : 30)
                  II.            Manusia adalah makhluk yang wajib dididik[5]
Manusia adalah makhluk paedagogil, yaitu makhluk Allah yang dilahirkan membawa potensi dididik dan dapat mendidik. Firman Allah :

فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَ تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ

( tegakkanlah) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia berdasarkan fitrah itu . tidak ada perubahan pada ciptaan Allah itu……( Q.s.Ar- Ruum : 30)


Hal ini dipertegas dengan sabda Rasulullah :
       طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَة
menuntut ilmu pengetahuan itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat “ ( HR.  Ibnu Abdil Bar )[6]
               III.            Konsep Belajar Tanpa Batas
Umat Islam , untuk mempertahankan kemuliaannya , diperintahkan untuk menuntut ilmu dalam waktu yang tidak terbatas selama hayat dikandung badan. Prinsip belajar selam hidup ini merupakan ajaran Islam yang penting. Sabda Rasulullah SAW :
اطلبوا العلم من المهد إلى اللحد.
tuntutlah ilmu itu sejak dari ayunan sampai ke liang lahat ( mulai dari kecil sampai mati ) [7]( HR.  Ibnu Abdil Bar )














BAB III
SIMPULAN

1.                  Pendidikan seumur hidup ( Life Long Education) merupakan bentuk pendidikan tanpa batas waktu yang dapat berlangsung setiap saat dimanapun dan kapanpun. Yang bertujuan untuk mengambangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya serta untuk mencapai kesempurnaan manusia yang disebut akmalul insan bukan sekedar insan kamil.

2.                  Menurut Redja Mudyahardjo (1998) karakteristik pendidikan seumur hidup diantaranya:
a.     Hidup , seumur hidup dan pendidikan
b.    Pendidikan tidak akan usai setelah berakhirnya masa sekolah
c.     Pendidikan seumur hidup tidak diartikan sebagai pendidikan    dewasa saja
d.    Bersifat universal dan dinamis
e.     Adaptif dan inofatif
f.     Syarat utama adalah  kesempatan, motivasi dan edukabilitas.

3.                  Pemikiran Life Long Education  didasarkan  pada tinjauan ideologis, tinjauan ekonomis, tinjauan filosofis, tinjauan sosiologis, tinjauan teknologis, dan tinjauan psikologis serta paedagogis.
4.                  Yang menjadi prinsip dasar pendidikan seumur hidup dalam Islam adalah posisi  manusia di alam semesta, manusia sebagai makhluk paedagogik, dan konsep belajar tanpa batas yang diajarkan oleh Rasulullah “ Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat “










DAFTAR PUSTAKA


Daradjat, Zakiah.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta: Bumi Aksara.2009.
Free-makalah,blogspot.com/2010/07/karakteristik-dan- faktor-faktor-yang.html
Ihsan , hamdani .Ihsan,A.Fuad.Filsafat Pendidikan Islam.Bandung: Pustaka Setia.2007
Prof.Dr.Umar Tirtarahardja,Drs.S.L.La Sulo, Pengantar Pendidikan.Rineka Cipta.2005
Samsudinjupri.blogspot.com/2011/08/pendidikan-seumur –hidup- long- life-html/
www.scribd.com/doc/32715880/28/B. pendidikan-seumur- hidup- dalam-Islam.




[1] Zakiah Daradjat,dkk.Ilmu Pendidikan Islam( Jakarta, bumi Aksara.2009),hal 7
[2]  Ibid ,hal 19
[3] Hamdani Ihsan, A.Fuad ihsan, filsafat pendidikan Islam( Bandung: PUSTAKA SETIA,2007), hal 55
[4]  Ibid , hal 54
[5]  Ibid , hal 57
[6] Zakiah Daradjat,dkk.Ilmu Pendidikan Islam( Jakarta, bumi Aksara.2009),hal 6
[7] Ibid , hal 6

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar